Langsung ke konten utama

What if there is a drinking product like this

Aku menemukan sesuatu dari sekilas pemikiran cara kerja squash water (buah yang direndam dalam air), biar apa sih buah direndam dalem air? Apa nutrisi dibuahnya akan larut dalam air dan memenuhinya? Apa nutrisi yang larut dalam air akan jauh lebih bermanfaat jika langsung memakan buahnya? Apakah nutrisinya akan 2x lebih banyak dari buah langsung dimakan?

Dari itu aku menemukan gimana ya jika ada orang menemukan sebuah produk minuman, cara bikin minumannya seperti ini:
1. Pohon buah (misal mangga).
2. Pohon tersebut sudah memproduksi buah, mungkin kondisi buahnya sudah setengah matang (masih hijau).
3. Buah tersebut dikelupas.
4. Dan dicangkok dengan botol berisi air, "aku berfikir bisa dicangkok atau apapun itu, mungkin di kelupas dikit dan direndam dalam botol tersebut."
5. Dan dalam keadaan tersebut, pohon akan terus memberikan nutrisi pada buah, sedang buah tidak mereproduksi buah itu sendiri tetapi malah diteruskan pada botol tersebut. "Sehingga nutrisinya akan menjadi satu dengan air tersebut langsung. Dan membuilt buah tetapi dalam air." (Bisa bayangin gak ya, jadi airnya dicoba sama pohonya dirubah jadi daging. Tapi karena air, butuh nutrisi dan pembentuk lebih kuat untuk menciptakan daging).
6. Setelah dirasa cukup dalam waktu yang ditentukan. Dipanenlah botol botol nutrisi tersebut.
7. Taraa~ pure fruit water.

Nice nggak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gagal upload file PDF karena format salah.

Pernahkah kamu memiliki kebutuhan seperti melamar pekerjaan, tugas, kebutuhan data kampus atau kantor yang ditugaskan untuk mengirim file dalam bentuk PDF dengan syarat maksimal sekian sekian KB. Nah namun masalah yang muncul adalah file kalian sudah dalam bentuk PDF namun tidak bisa diupload dengan alasan file format salah. biasanya masalah ini karena kalian merubah file format jpeg ke pdf dengan aplikasi JPEGtoPDF, atau mungkin aplikasi-aplikasi lainnya. Saya menemukan cara/solusi dalam pemecahan masalahnya, mungkin hanya salah satu dari banyak cara, yaitu dengan merubah file berextensi .PDF menjadi .pdf. (karena aplikasi JPEGtoPDF karena merubah file format menjadi .PDF dengan kapital bukan .pdf. apalagi web instansi tersebut hanya mendaftarkan file reqnya adalah .pdf kecil. Caranya : 1. Masuk ke Folder Option (menu Option File Explorer), biasanya di pojok kiri File Explorer (Win+E) 2. Menu View -> hilangkan cetang pada hide extention. pada file anda akan berubah nama ...

Gagal Print Berformat File PDF?

Memang cara paling mudah melakukan printing adalah menjadikan file print berformat PDF terlebih dahulu. selain banyak opsi printing. juga terlihat lebih singkat. tetapi pernah ngeprint file PDF namun yang keluar dari mesin printer hanya lembar kosong? biasanya hal ini disebabkan karena file PDF adalah file convetan dari Microsoft Office (word) atau file file teks. saya memiliki cara untuk mengatasi hal ini yaitu : (tips ini menggunakan Adobe Reader) 1. dalam menu Option printing, gunakanlah opsi "As Image" pada menu advance. itulah satu cara yang saya temukan untuk mengatasi hal ini. terima kasih.

Kode Etik Dalam Jurnalistik

Secara umum, setiap kelompok profesi selalu memiliki kode etik. Kode etik merupakan norma atau asas yang diterima oleh kelompok tertentu sebagai pedoman tingkah laku. Kode etik berlainan dengan hukum walaupun keduanya bersifat mengatur serta menjadi pedoman dalam bertingkah laku. Sama halnya dengan jurnalistik yang juga memiliki kode etik jurnalistik. Sebelum kita jauh membahas mengenai kode etik jurnalistik ada baiknya anda memperdalam bagaimana ciri dari suatu kode etik tersebut, yaitu: Kode etik mempunyai sanksi yang bersifat moral terhadap anggota kelompok tersebut. Daya jangkauan suatu kode etik hanya tertuju kepada kelompok yang mempunyai kode etik tersebut. Kode etik dibuat dan disusun oleh lembaga/kelompok profesi yang bersangkutan sesuai dengan aturan organisasi itu dan bukan dari pihak luar. Di bidang jurnalistik, kode etik sangat diperlukan karena adanya kebebasan pers. Yang memberikan keluasan bagi jurnalis, sayangnya wartwan cenderung lupa atau sengaja melupakan hak...